ReferensiBisnis.online: puisiku | Info Seputar Bisnis Terbaru
Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan

17 Des 2010

1

Redup Cahaya Kunang-Kunang

Redup Cahaya Kunang-Kunang

Beranjak tubuhku membumbung tinggi..
Seperti terbang bersama 7 bidadari..
Ku lihat di sekeliling tebing..
Tandus tersengat panas lalu kering..

Awan masih meneteskan air mata..
Bumi tak kuasa membendung amarah..
Gunung-gunung perlahan menjadi murka..
Begitu juga dengan lautan yang sempat terhentak..

TUHAN,, ada apa dengan mereka?
Tak biasanya mereka memarahi kami secara bersamaan?
TUHAN,,apa yang ku saksikan ini?
Tak biasanya ku dengar tangisan seperti ini?

Kawan, coba sejenak kita renungkan..
Kesempatan itu masih membentang terbias..
Kawan, coba lihat redup cahaya kunang-kunang..
ia berduka menyaksikan kita yang selalu senang melihat ke atas...
Ruang Hampa, November 2010

13 Sep 2010

0

Puisi Harapan

Tertulis dalam hatiku
Sejuta artian tentang keindahan
Dan ku dapati satu yang indah
Sebuah pancaran yang begitu terang


Cahaya itu semakin memancar
Aku tak mampu menahan perasaan
Aku sepertinya tak sadar
Bahwa itu hanyalah sebuah angan


Angan yang begitu sangat dalam
Yang masuk menyelinap dalm hati
Dan hanya bayangan yang melintasi
Sejuta arti ini hanya terpendam


Aku mencoba terdiam sejenak
Aku beratanya pada hati kecilku
Apa arti sesungguhnya cahaya itu
Mungkinkah benar adanya dalam hatiku


Semakin lama aku termenung
Mimpiku tentang cahaya yang terpancar
Membuat jiwaku tertepis waktu
Memberi semakin banyak sejuta sinar


Kini akupun tahu
Sebenarnya semua itu kehangatan
Sebenarnya cinta telah mendekapku
Sebenarnya kasih sayang menghampiriku


Kini akupun mengerti
Embun pagi adalah sejukku
Awan putih adalah teduhku
Gemerlip bintang adalah hiasan hatiku


Kini aku ingin terlepas sejenak 
Aku berharap kan bertemu peri
Yang kan temaniku dalam surga mimpi
Dan esok kan ku rangkai sebuah harapan


Harapanku untuk sebuah keindahan 
Harapanku untuk jiwa yang lelah
Harapanku untuk sebuah keyakinan
Serta harapanku untuk sebuah jalan cinta


Sejuta arti kan tetap menghiasi 
Dalam jalanku mencari jawaban
Sejuta jawaban kan menanti
Dan hatiku kan tetap terisi oleh warna-warni keindahan

Central Java, April 2009

Tags: Puisi, Harapan, Puisi Jeo, Penyemangat

10 Sep 2010

0

Idul Fitri Untukmu Ibu

Berat mungkin menjalani hidup tanpamu
Namun aku sadar, Aku bukan orang yang paling tidak beruntung
Ketika kudengar untuk kesekian kali Gema Takbir itu bersua
Batinku bersama rindu turut meraja

Aku tlah membuang segala rasa iri ini dari mereka
Pada mereka yang mungkin saat ini sedang dilanda rindu
Berkumpul bersama, membagikan tawa canda tak berirama
Namun, sekali lagi aku bukan orang yang paling tidak beruntung

Pemahaman arti jalan ini semakin ku rasa
Menikam Kegalauan untuk tetap menyayangimu hingga kini
Sembari ku tulis ungkapan hati seorang penyendiri
Kuharap Kau mendengar dan aku yakin di dalam hatimu mendengar


Ibu, dimanapun Kau berada kini..
Doaku tetap satu untukmu
Maafkan aku ibu..
Ijinkan aku sekali ini saja menangis

Aku tau, kau selalu melarangku menangis...
Namun air mata ini tak kuasa ku tahan
Ia berontak ingin mengalir karena iri pada hujan
Dan air mata ini pun deras tak mampu ku tepis

Kau dulu selalu bilang..
"jangan pernah takut sendiri nak..!!"
Kata singkat itu tak akan pernah sirna
Dan aku tlah ingkar untuk tak  menangis mengingatnya..

Ibu, aku tau kaupun merindukanku
Jangan menangis ibu..
Aku yakin Kau lebih tegar dariku
Suatu saat raga kita akan kembali bertemu

Untuk yang kesekian purnama
Mohon ampunanmu dari lubuk hati terdalam
Minal Aidin Wal faidzin untukmu Ibu
Sampai berjumpa saat nanti sang Khaliq mengijinkan aku kembali memelukmu

Love u always, My Mom, My Superhero :)


8 Agu 2010

0

Entitas

Entitas / thejeo.blogspot.com
Sandarkan keteguhanmu pada dinding realiti sejenak…
Pandangi kesabaran di sekeliling katulistiwa bayangmu..
Tekstur pendewasaan akan semakin terlihat meruak…
Dan tangisan, akan terlihat berarti menjaring kiasan seiring waktu..


Amati lilin yang menyala dalam gelap kamarmu..
Apa kau melihat warna lain selain pancaran apinya?
Kau tahu ada berapa warna yang terselimut pada sinarnya?
Amati saja, menjadi empirismu saat nanti kau tahu..

Masih dalam gelap kamarmu..
Apa kau takut?
Padamkan mahkota api lilinmu itu..
Amati saja, kau bukan penakut..



Mungkin akan menjadi sebuah kuatrin nanti..
Saat jatidiri perlahan bersua..
Meskipun simpulan tak tentu mengerti..
Namun elegi tak kan ada saat kau menjamah..

Sekarang mendekatlah…
Lembah dilema akan mampu kau arungi..
Permainan akan segera kau sudahi..
Dan rianglah, kau akan menang nanti..



Sekarang mendekatlah..
Mendekat pada entitas kesadaranmu..
Rangkum apa yang harus menjadi obsesimu..
Yang Maha melihat akan selalu melihat..

Langitmu akan selalu di atas mahkotamu..
Miliki nyata yang mengalir merajaimu..
Selalu kini lapangkan segala keikhlasan batin..
Karena esok harapan mengajarimu tentang apa yang kau anggap tak mungkin..


../ Agustus 6th, 2010

1 Agu 2010

0

PUISI SAHABAT

friendship ( thejeo.blogspot.com )
PUISI SAHABAT by RYO JEO
Ketika sang hati bertanya tentang persahabatan kepada sang jiwa..
Sang jiwa pun menjawab..


Raga adalah sahabatmu..!!
Dalam relungmu jagalah ia selalu


Tanamkan ketulusan sedalam palungmu..
Tawarkan ia cahaya yang terpancar dari bias sinarmu…
Pastikan tak menjadi redup saat pekat hitam meletup
Sembunyikan air matanya, tawarkan lagi ia senyum syukurmu…

Sang jiwa penyampai pesan…
Sang hati penenang pilu..
Saat raga bertanya kepada sang Hati tentang Sahabat…
Sang hati pun mendefinisikannya seperti ini..

Sahabat…
Layaknya Fajar dan pagi…
Senja dan Malam….
Matahari dan Bintang…
Serta Lautan dan daratan


Fajar senantiasa menyapa pagi..
Mereka nampak selalu terlihat bersama..
Hias sang embun,selimut sang kabut..
Serta hembusan nafas semilir angin subuh..


Senja senantiasa menyapa malam..
Mereka nampak terkadang bersama..
Siluet menciptakan rangkaian indah lukisan…
Sang senja terlihat begitu riang ketika sang malam menyuguhkan kebersamaan…


Matahari senantiasa berjauhan dengan bintang..
Mereka tak pernah terlihat bersama…
Jauh di mata dekat di hati…
mungkin itu slogan untuk mereka…


Dan lautan senantiasa bergotong royong dengan daratan.
mereka nampak senantiasa bergandengan..
Meski terkadang sang lautan murka,,
Begitu pula sang daratan yang resah melihat tubuhnya penuh luka..


Sang jiwa penyampai pesan…
Sang hati penenang pilu..
Sang raga mengerti dengan tulus..
Mulutnya berteriak berkata lantang..

SAHABAT….!!!

Keluhmu adalah menjadi keluhku,,
Senyummu tak terpungkiri layaknya senyumku..
Detak jantung tak membedakan menyatu..
Mendekatlah karena aku disini..
Tetaplah tegar bila cuaca membuatmu menggigil..

SAHABAT….!!!

Keabadian memang musuh kita..
Pertikaian kerap muncul menyelam..
Namun kita tetap sahabat..
Kita setuju menjadikan musuh pula sahabat bukan?…
Kau akan baik-baik saja terjaga jiwa, hati, dan ragaku

SAHABAT….!!!

Semoga esok bukan saatnya terpisah..
Keinginan rakus memang menjadi pengeluh…
Yang Maha Pencipta akan mengutuk kita kelak..
Mendekaplah dalam doa dan harap..
Perbaiki langkah kita menuju SurgaNya…
Aku akan senantiasa menjadi Sahabat terbaik untukmu
Dan jiwa kita, akan senantiasa memberi cahaya menerangi rangkaian panorama kalbu

JEO/29/07/10

Visit to Jeo | Poem

11 Jul 2010

1

SYUKURI

Perasaan yang membuncah
Membawamu ke dalam ruang bimbang yang dalam..
Cinta yang tersakiti
Membawamu ke dalam kesedihan yang berujung sesal..
Kini,
Tak perlu kau larut dalam sedih tangismu..
Waktu dapat membuat hatimu tersadar..
Walau tak sepenuhanya
Menghapus indah kenanganmu..
Kini,
Tak perlu kau sesali semua yang tlah terjadi,
Hikmah dapat membantumu
Menemukan sebuah jalan,,
Kehidupan tak pernah menyediakan ruang kosong dari penyesalan,,
penyesalan mampu memberikan selaksa pelajaran dan kearifan,,
Hidup bukan sebuah perjalan tanpa arti
Sebuah kenangan meberi banyak dorongan untuk berjuang memberikan yang terbaik bagi hidup,,
Semua dorongan itu mebawa dampak bagi rasa yang kita alami,,
Penyesalan bukan sebuah kata yang buruk,,
Hidup akan menjadi terang kala kita berhasil melepaskan penyesalan,,
Dan merubahnya menjadi sesuatu yang indah.
Cobalah syukuri..
Apa yang tlah tercipta...
Inilah indahnya hidup yang kita jalani...
Sesungguhnya kebahagiaan adalah
Dari seberapa besar kau mensyukuri apa yang tlah kau dapat saat ini..
Hanya orang-orang yang tidak sadar saja yang membiarkan penyesalan berlalu begitu saja tanpa bekas berarti dalam hidupnya...

10 Apr 2010

0

Detik ini

" Mengalir dari luar nalar sbuah prediksi ekstrovert yg akan ku lawan dngan ego si hitam tnpa pduli dengan logika yg mengarus..." (ryo jeo)

ungkapan abstrak dari sebuah jiwa....
ungkapan yang muncul tiba-tiba..
menyayangi kesedihan yang kelam..... Lihat Selengkapnya
namun tak berarti menjadi tenggelam..

kebodohan memang menjalar pada setiap dinding,,
dan ego dengan mudahnya berhamburan terbanting,,
saat hati kecil berbicara tntang kelusuhan...
saat itu pun menghilang tanpa ada jejak resapan..

Keluhan,,,sebuah maya sepertinya...
Kesedihan,,,sebuah bayangan sepertinya...
Kebimbangan....tak beda dengan keduanya..
Senyuman...ya..itu yang harus kau lakukan...

Detik ini akan merubah segalanya...
Segalanya melawan kesedihan...
Detik ini akan memperlihatkan segalanya..
Segalanya tentang senyuman.... ^_^

Baja Ringan Semarang