ReferensiBisnis.online: jeo music | Info Seputar Bisnis Terbaru
Tampilkan postingan dengan label jeo music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jeo music. Tampilkan semua postingan

15 Des 2010

1

Meeghan Henry Tirtasaputra: Semakin Berkibar di Blantika Musik AS

Dalam upayanya menjadi entertainer di industri hiburan, Meeghan Henry Tirtasaputra percaya bahwa tak ada mimpi yang mustahil jika kita mau berusaha. Alhasil, remaja asal Indonesia ini menembus bursa musik di Hollywood, Amerika Serikat.
Meskipun penjualan album Meeghan hanya lewat iTunes dan menggandeng label independen Wright Records Inc., namun single debutnya yang berjudul When I`m 18 yang merupakan lagu ciptaannya sendiri mendapatkan perhatian di Hollywood. Dengan video klip debut single-nya itu, Meeghan masuk nominasi di Hollywood Music Media Awards dalam kategori The Best Music Video 2010.
Klip lagu Meeghan dinilai kreatif dan terintegritas secara visual dalam sebuah karya video. Disutradarai oleh Li Lu dan diproduksi oleh Hugh Hung, dua lulusan University of Southern California, pengambilan gambar “When I’m 18″ berhasil mengajak penonton ke dalam imajinasi seorang gadis remaja (Meeghan) yang bersemangat, memiliki mimpi, namun tetap trendi dan menyenangkan.
Sejak Meeghan merilis “When I’am 18″di akhir bulan Juli, lagu itu telah tersedia dalam versi rock dan pop melalui iTunes (http://itunes.apple.com/us/artist/meeghan-henry/ id367070414). Meeghan juga telah merilis single lain berjudul “Fallin’ for You,” diproduksi oleh CMINOR (Timotius Zimnoch) dan telah diposting di iTunes dalam versi bahasa Inggris pada tanggal 15 September lalu. Rencananya versi bahasa Indonesia “Fallin’ for You” (“Jatuh Cinta“) akan tersedia di iTunes.
Berita terbaru, Meeghan Henry terpilih sebagai nominasi dalam dua ajang musik sekaligus, Independent Music Network (IMN) Awards dan New Music Awards. Ia berhasil meraup nominasi dalam Independent Music Network Awards untuk tiga kategori utama, yakni pendatang baru terbaik, video terfavorit (single “When I’m 18”) dan artis terbaik.
“Untuk seorang gadis muda seperti Meeghan Henry, cukup setahun bagi kami mengenali bakat dan prestasinya,“ ujar Gary Hendrix, pimpinan Independent Music Network Awards akhir November lalu.
Pada Januari 2011, pengumuman pemenang Independent Music Network Awards akan dilakukan. “Tentu ini sebuah kejutan bagi saya, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya,” ujar Meeghan. “Saya sangat senang IMN memberikan apresiasi ini kepada saya.”
Selain meraih nominasi dalam Independent Music Network Awards, penyanyi kelahiran Indonesia ini juga menjadi nominee “The 40 Breakthrough Artist of the Year” dalam ajang penghargaan New Music Awards yang diadakan oleh majalah mingguan New Music LA.
Dua lagu Meeghan, “When I’m 18” dan “Fallin ‘For You,” tercatat dalam tracklist NMW pada tahun 2010. Bahkan single “Fallin ‘For You,” telah mengudara secara nasional di Amerika dan bertengger pada posisi 52 dalam “100 Hot New Music Weekly Chart Video.”  Kekuatan dua lagu ciptaan Meeghan itu yang membuatnya dinominasikan sebagai “The 40 Breakthrough Artist of the Year”.
Meeghan pun menuturkan ketidaksabarannya menanti pengumuman pemenang pada Januari nanti, “Saya bahagia dan merasa terhormat menjadi nominasi New Music Awards, saya ingin berterima kasih kepada New Music Weekly, radio dan semua penggemar saya.”

Sumber: Liputan6.com

16 Nov 2010

Theater Company Tulang Punggung Musikal Laskar Pelangi
1

Theater Company Tulang Punggung Musikal Laskar Pelangi

Theater Company Tulang Punggung Musikal Laskar Pelangi
Selama 4 bulan terakhir, Theater Company menjadi tulang punggung persiapan pertunjukan MUSIKAL LASKAR PELANGI. Latihan dilakukan selama 8 jam setiap harinya, dengan 2 hari libur setiap minggu. Evaluasi dilakukan dari waktu ke waktu untuk memastikan setiap pemain menguasai tahap dengan baik dan mencapai target latihan yang diharapkan.
"Awal Theater Company adalah saran dari Erwin Gutawa untuk memenuhi keinginan kami untuk mempunyai tim yang dapat membantu para kreator (produser, sutradara, koreografer dan komposer) dalam mempersiapkan pertunjukan MUSIKAL LASKAR PELANGI. Tim ini bekerja bersama kami menciptakan gerakan dan akting yang sempurna, yang menggambarkan masing-masing tokoh LASKAR PELANGI," pungkas Toto Arto.
Dalam proses latihan MUSIKAL LASKAR PELANGI, tidak jarang sutradara Riri Riza mengubah pengadeganan, Mira Lesmana menyesuaikan kembali lirik lagu, dan Hartati mengubah koreografi. Toto Arto yang bertindak sebagai produser bersama Mira Lesmana menambahkan bahwa proses ini semakin efisien dengan adanya Theater Company.
"Proses ini menjadi sangat efisien dengan adanya Theater Company, di mana para kreator bisa dengan leluasa membentuk adegan sesuai dengan harapan," jelas Toto Arto.
Di bawah arahan Riri Riza, Erwin Gutawa, dan Hartati, Theater Company Musikal Laskar Pelangi menyiapkan adegan para anak-anak LASKAR PELANGI dan kehidupan masyarakat Gantong. Adegan yang telah matang kemudian dipertunjukkan di hadapan pemeran anak-anak sehingga mereka paham seperti apa gerakan yang diharapkan.
"Peran Theater Company sangat penting karena membantu anak-anak memahami dan memiliki interpretasi yang sama dalam hal akting dan gerakan. Selanjutnya anak-anak dapat dapat mengembangkan aktingnya sendiri," Mira menambahkan.
kapanlagi.com

27 Okt 2010

1

Sandhy Sondoro Sebar Pesan Cinta Damai

Jakarta- Vokalis dan pencipta lagu Sandhy Sondoro bermaksud menyebarkan pesan cinta damai secara halus melalui lirik lagu-lagu dalam album ketiganya atau album pertamanya di Indonesia.
"Ini album baru saya, judulnya self titled, Sandhy Sondoro. Message-nya, one love, bukan cuma cinta antardua manusia, melainkan juga tentang kedamaian," tutur vokalis soul dan blues ini mengupas album barunya tersebut.
Sebagai pria asal Indonesia yang bertempat tinggal dan berkarier di Jerman, ada alasan khusus yang membuatnya menyampaikan pesan cinta damai lewat albumnya itu. "Saya sebagai minoritas di Jerman pernah merasakan dan tahu banget bagaimana dirasiskan oleh orang lain," jelas lelaki yang juga main gitar ini.
Ada 12 lagu berlirik bahasa Inggris dan dua lagu baru berlirik bahasa Indonesia dalam albumnya itu. "Album ini adalah album ketiga dari saya. Ini album yang berisi 14 lagu. Dua belas (12) lagu dari album  awal saya dan dua lagu baru. Alasan mengapa berbahasa Inggris, karena saya masih eksis di Jerman dan bahasa Inggris itu mendunia," jelasnya lagi. "Mimpi saya masih panjang dan saya bukan tidak menghargai bahasa Indonesia," tekannya.
Sandhy mengedepankan "Bunga Mimpi" dan "Salamanja" sebagai single-single-nya.
Ke depan, vokalis yang berhasil mencuri perhatian produser musik dan pencipta lagu internasional asal AS Diane Warren ini masih memiliki mimpi yang ingin digapainya. "Saya mau tinggal di Brasil atau Istambul (Turki), karena saya ingin musik saya berkembang terus. Saya enggak mau seperti musisi lain, yang setelah tua frustrasi, karena musiknya begitu-begitu saja," tutup Sandhy.
kompas.com

27 Sep 2010

0

Lirik Lagu Enda Ungu Maafkan Aku

Lirik Lagu Enda Ungu – Maafkan Aku :
intro :
Tak bisa kulupa.. saat-saat indah bersama mu..
Semua cerita.. mungkin kini hanya tinggal kenangan..
Ku harus pergi.. meninggalkanmu di dalam sepiku..
Bukan inginku.. tuk menyakiti perasaanku..
Maafkan aku..
intro :
Maafkan aku.. yang tak bisa menunggu hatimu..
Lupakan saja.. diriku untuk selama-lamanya..
Kuharus pergi.. meninggalkanmu di dalam sepiku..
Bukan inginku.. tuk menyakiti perasaanmu..
Maafkan aku..
Reff :
Tidurlah sayangku..
Mentari tlah menunggu..
Sambutlah pagi nanti..
Dengan hati tersenyum..
Bermimpilah cinta..
Dengan segenap rasa..
Kini tibalah saatnya.. kita harus berpisah..
Melodi :
Reff :
Tidurlah sayangku..
Mentari tlah menunggu..
Sambutlah pagi nanti..
Dengan hati tersenyum..
Bermimpilah cinta..
Dengan segenap rasa..
Kini tibalah saatnya.. kita harus berpisah..
Maafkanlah aku.. yang tak bisa menunggu..
Lupakan saja diriku.. untuk selama-lamanya..
aa.. haaa.. aaa.. huuuu…
www.thejeo.blogspot.com

23 Sep 2010

1

Hip Hop Muslim dari AS Mulai Tur di Jakarta

Jakarta - Kelompok Remarkable Current asal Amerika Serikat yang beraliran hip hop ditunjuk sebagai duta musik Muslim Amerika Serikat melalui program "Performance Art Initiative" yang diadakan Selasa (21/9/2010) di Jakarta.
Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel sempat memberikan sambutan kepada para tamu undangan sekaligus membuka acara konser mini di halaman rumahnya dan ikut menikmati musik hingga terbawa suasana meriah yang berlangsung malam itu.
Acara dimulai dengan pertunjukan musik oleh Remarkable Current dan dihadiri beberapa perwakilan dari kalangan Muslim Indonesia, peserta yang diundang melalui situs Facebook, serta sejumlah artis yang dianggap mewakili suara kaum muda.
"Kami mengundang perwakilan-perwakilan kelompok Islam Indonesia dan anak-anak muda karena memang acaranya lebih cocok untuk anak muda," kata seorang pejabat kultural senior Kedubes AS.
Kelompok yang beranggotakan dua penyanyi rap hip hop, Tyson dan Kumasi, seorang DJ Arnas Canon, dan drummer Erik Rico itu akan melangsungkan tur di kota-kota besar di Indonesia atas undangan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Dengan inspirasi dari program Departemen Luar Negeri AS untuk mengirim utusan musik dengan diplomasi jazz melalui diplomasi kebudayaannya, Remarkable Current membawa lirik-lirik hip hop yang penuh arti dan makna.
Mereka bertujuan menyuarakan kepada komunitas global bahwa Amerika dan Islam bukan sesuatu yang eksklusif dan turut berperan serta membantu tanggung jawab Presiden Amerika dalam menghilangkan sterotipe negatif tentang Islam di mana pun berada, seperti ditulis rilis Kedubes Amerika.
Seperti halnya Dizzy Gillespie dan Louis Amstrong yang menjadi Duta Jazz pada abad ke-20, Remarkable Current menjadi Duta Hip Hop abad ke-21 dengan misi membangun pemahaman dan kepedulian akan keragaman Amerika melalui musik yang juga bersahabat dengan anak muda masa kini.
Keberadaan Duta Hip Hop Muslim Amerika ini dipandang sangat penting dalam membantu proses hubungan dengan negara-negara mayoritas Muslim di tengah "era baru" Amerika Serikat dalam hubungan internasionalnya, seperti ditulis dalam rilis media dari pihak Kedubes.
Perjalanan Remarkable Current dimulai pada tahun 2001 ketika sekelompok pertemanan di lingkungan tempat tinggal tumbuh menyatukan tujuan untuk secara kreatif membentuk identitas kaum Muslim Amerika dan berbagi dengan masyarakat dunia.
Remarkable Current yang didirikan dan dipimpin Anas Canon telah melakukan tur ke seluruh penjuru dunia, mulai dari Amerika, Eropa, Afrika, hingga Timur Tengah.
Canon, yang belum lama ini masuk ke dalam edisi pertama 500 Muslim paling berpengaruh dalam sebuah publikasi The Prince Alwaleed bin Talaal Center for Muslim-Christian Understanding dari Georgetown University, telah bekerja sama dengan ratusan artis berbakat dan merilis lebih dari sepuluh album.
Gaya musik Remarkable Current mencerminkan latar belakang artis yang sangat beragam, tetapi fokus musiknya adalah perkotaan yang dipengaruhi aliran rock, jazz, dan musik tradisional di dunia.
Kelompok pemusik ini dijadwalkan akan melakukan serangkaian konsernya di Jakarta (22-24 September), Padang (25-26 September), Medan (26-28 September), dan Surabaya (29-30 September).
Penampilan mereka di Surabaya akan menjadi lebih menarik karena direncanakan kelompok hip hop tersebut akan berkolaborasi dengan salah satu kelompok pengusung aliran hip hop Tanah Air, Saykoji.
Remarkable Current juga terpesona dengan keramahan warga Indonesia yang menyambut kedatangan mereka dan merasa banyak kesamaan antara Muslim Indonesia dan Amerika.
"Kami ada di sini karena undangan Kedubes Amerika dan bermaksud menyampaikan pesan bahwa Islam diterima secara luas di Amerika walaupun masih sedikit warga di sana yang tahu tentang Islam secara komprehensif," demikian dikatakan Arnas.
kompas.com
www.thejeo.blogspot.com

21 Sep 2010

0

Teguh Sukaryo, 15 Besar Pianist Dunia

Teguh Sukaryo, Seorang Pianist Tanah Air yang telah menciptakan berbagai Harmony -harmony indah dan telah di akui oleh Dunia lewat karya -karya instrument nya, dirinya telah menjadi pianis terbaik yang mengalahkan para pianis dari 26 negara a.l. Jerman, AS, Italia, Prancis, China, dan Jepang.Namun Sayang, sosok Teguh belum begitu akrab terdengar bagi kaum kaum awam di Indonesia,
Sukaryo mendapat pujian dari banyak negara karena menampilkan harmoni, emosi dan teknis sempurna. Sentuhan jarinya pernah membius pendengar di Belanda ketika dipancarluaskan lewat radio dan televisi.
Teguh Sukaryo belajar piano pada sejumlah suhu a.l. Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, dan Carmel Lutton. Dia juga sempat ditangani Byron Janis dan Einar-Steen Nokleberg.
Kemampuan peraih beasiswa Joseph and Ida Kirkland Mullen itu kini ditularkan pada beberapa pianis a.l. Paul Polivnick, Anton Krager, dan Frank Wickes. Selain itu dia aktif mengajar di Rice University Preparatory Program.
Sukaryo lulus dengan predikat BMus untuk Penampilan Piano dari Sekolah Musik Newcastle (NSW) Australia pada 1998. Dari tempat itu dia meraih penghargaan tertinggi untuk penampilannya.
Empat tahun lalu Sukaryo meraih gelar Beethoven Prize di ajang Grieg International Competition for Pianists di Oslo, Norwegia dan berhak atas beasiswa penuh ke sekolah musik top di AS, Oberlin Conservatory.
source : dari berbagai sumber

Berikut ulasan sekilas tentang sosok Teguh Sukaryo.
BIOGRAPHY OF TEGUH SUKARYO, Concert Pianist
(Versi Bahasa Indonesia)

Adalah kecintaan yang sejati terhadap musik, yang dipadukan dengan talenta, hasrat artistic, cita rasa, kejujuran dan kerendahan hati, yang telah membawa Teguh Sukaryo untuk tampil di berbagai negara, termasuk USA, Eropa dan Australia. Misinya adalah untuk menyentuh setiap hati dengan lembut dan rasa kepedulian, seperti yang diimpikannya: “Dunia yang harmonis, berlimpah kedamaian, cinta dan suka cita”. Sembari mengejar misi ini, berbagai media dan kritik turut memberi kesaksian perihal karya Teguh:

“Master pianist. Teguh Sukaryo gave phenomenal recital. He showed fabulous technique and sensibility. Great imagination..with temperament and visible passion.” Airplay Radio en IJssellandTV, Netherlands

“Tremendous personality. Wonderful imagination.” Byron Janis, legendary pianist

"Marvelous,...a gem,..an example of grand. Teguh has the fantasia and technique to reach to the Absolute Top" NoordHollands Dagblad

“Now captivating..now hypnotizing” Kompas, Indonesia

"Climactic craze. Electrifying and full of spirit" Koran Tempo

“An enchanting piano playing which travels through time and space…striking and very memorable” Arts Indonesia

“A Star. World class pianist.” Suara Merdeka

“World top 15” Bali Post

"World Master Pianist, Perfect Presentation of Combined Harmony and Emotion. Anesthetized music lovers. The sound he produced was a reminiscence of beautiful symphony" Kaltim Post


Teguh Sukaryo lulus S1 pada bidang Piano Performance dari Newcastle Conservatorium of Music, Australia. Disana dia mengambil Double Performance Strand dan selalu mendapat nilai tertinggi, yaitu High Distinction. Dikenal memiliki kemampuan artistry tinggi dan teknik yang handal, Teguh menperoleh beasiswa penuh dan berbagai penghargaan untuk melanjutkan seluruh studinya di USA, seperti di sekolah-sekolah terkemuka: Oberlin Conservatory, yang mana dia mendapat gelar Artist Diploma; Rice University/Shepherd School of Music, Master of Music; and Louisiana State University, tempat Teguh sedang menyelesaikan gelar Doktoralnya (DMA, Doctorate of Musical Arts). Tahun 1997, Teguh memperoleh Top Prize di Armidale Open Piano Competition, NSW, Australia; Tahun 2000, Chamber Music Scholarship and award di Sewanee Summer Music Festival, USA; Tahun 2005, “Beethoven Prize” di Grieg International Competition for Pianists, di Oslo.

Teguh Sukaryo belajar dengan pianist kenamaan dan guru besar di Amerika, Eropa dan Australia, antara lain Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, and Carmel Lutton. Teguh juga dilatih oleh pianist legendaris Byron Janis dan Einar Steen-Nokleberg. Selain dibidang piano, Teguh juga menekuni dunia conducting. Guru-gurunya antara lain Prof. Paul Polivnick, Prof. Anton Krager, dan Prof. Frank Wickes.

Bakat dan dedikasi Teguh dalam dunia pendidikan musik juga sangat kuat. Teguh sering memberi workshop dan masterclass di berbagai tempat, baik di dalam maupun luar negeri. Seorang Joseph and Ida Kirkland Mullen Fellow, Teguh telah mengajar di department Prepatory Program di Rice University, Houston, USA. Banyak murid-murid yang terinspirasi dan mendapat nilai tertinggi pada ujian akhir tahun mereka. Diantaranya berhasil lolos audisi masuk di konservatori-konservatori bergengsi di Amerika Serikat.

CD perdana Teguh yang berjudul “Teguh Sukaryo plays Mompou, Brahms, & Mussorgsky” tersedia di took-toko CD, dan mendapat sambutan hangat dari para pencinta music klasik di tanah air. Menyusul segera tahun ini 3 (tiga) CD baru Teguh yang berjudul “Scenes of Childhood”, “Burgmuller Op. 100” dan “Burgmuller op. 109” lengkap dengan partiturnya.

Teguh lahir dan besar di Purwokerto, Jawa Tengah. Dia mencintai Indonesia, baik budaya dan manusianya. Teguh juga sangat mencintai alam, seni, dan kemanusiaan. Dia suka bergaul dengan siapa saja dan dengan semua kalangan. Tahun 2010 Teguh mengadakan Nusantara Tour 2010 diberbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Purwokerto, Kupang, dll dalam rangka penyebaran musik klasik di tanah air tercinta Indonesia. Teguh Sukaryo adalah pencipta dan Artistic Director group Musik Klasik Indonesia di facebook. Group dengan lima ribu anggota yang merupakan group musik klasik yang paling aktif, edukatif dan informatif.



http://www.facebook.com/teguh.sukaryo
www.thejo.blogspot.com
0

Sekolah Gitar Dewa Budjana Jadi Sekolah Musik

Dewa Budjana - Kapanlagi.com
Sudah dua tahun belakangan ini pemain gitar band Gigi, Dewa Budjana aktif berbagi ilmu bersama anak muda yang memang berniat belajar musik. Pengetahuan musik Budjana disalurkan melalui sekolah musiknya, Guitar School of Indonesia (MSI) dan dikembangkan menjadi Music School of Indonesia (MSI).

Menurut Budjana, untuk mengangkat perkembangan musik Indonesia yang lebih maju lagi, dirinya harus berbagi pada orang lain. Banyak pelajaran yang diberikan pada siswanya. Bukan saja memberi materi permainan gitar atau mengasah skill individu, tapi Budjana memberi pengalaman bermusik selama bersama Gigi. Setiap satu bulan sekali, Budjana memberikan workshop.

"Sistemnya tidak seperti sekolah, tapi lebih memberi workshop. Saya juga memberi ruang pribadi pada mereka yang memang serius untuk bermusik," ujar Budjana saat ditemui di acara konferensi pers Grand Launching Music School of Indonesia (MSI) di atrium Plasa Semangi, Jakarta, Minggu (19/9) malam.

Bukan hanya anak muda yang dapat belajar atau mengasah kemampuan memainkan sebuah alat musik, tapi anak-anak dan orang tua pun dipersilakan.

"Banyak orang kantoran yang meluangkan waktu belajar musik. Jadi siapa saja, tidak tertutup orang tua,” ungkapnya.

Budjana beralasan, belajar memainkan alat musik ini bukan saja untuk mengembangkan karier di dunia seni musik, tapi juga sebagai hobi.

"Setiap bulannya kita adakan pentas seni dan semuanya terlibat. Kita juga menghadirkan bintang tahu. Sehingga kemampuan individu semakin terasah,” ujar Budjana

kapanlagi.com 
www.thejeo.blogspot.com
 

Baja Ringan Semarang