ReferensiBisnis.online: Puisi Penyemangat | Info Seputar Bisnis Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Puisi Penyemangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Penyemangat. Tampilkan semua postingan

13 Sep 2010

0

Puisi Harapan

Tertulis dalam hatiku
Sejuta artian tentang keindahan
Dan ku dapati satu yang indah
Sebuah pancaran yang begitu terang


Cahaya itu semakin memancar
Aku tak mampu menahan perasaan
Aku sepertinya tak sadar
Bahwa itu hanyalah sebuah angan


Angan yang begitu sangat dalam
Yang masuk menyelinap dalm hati
Dan hanya bayangan yang melintasi
Sejuta arti ini hanya terpendam


Aku mencoba terdiam sejenak
Aku beratanya pada hati kecilku
Apa arti sesungguhnya cahaya itu
Mungkinkah benar adanya dalam hatiku


Semakin lama aku termenung
Mimpiku tentang cahaya yang terpancar
Membuat jiwaku tertepis waktu
Memberi semakin banyak sejuta sinar


Kini akupun tahu
Sebenarnya semua itu kehangatan
Sebenarnya cinta telah mendekapku
Sebenarnya kasih sayang menghampiriku


Kini akupun mengerti
Embun pagi adalah sejukku
Awan putih adalah teduhku
Gemerlip bintang adalah hiasan hatiku


Kini aku ingin terlepas sejenak 
Aku berharap kan bertemu peri
Yang kan temaniku dalam surga mimpi
Dan esok kan ku rangkai sebuah harapan


Harapanku untuk sebuah keindahan 
Harapanku untuk jiwa yang lelah
Harapanku untuk sebuah keyakinan
Serta harapanku untuk sebuah jalan cinta


Sejuta arti kan tetap menghiasi 
Dalam jalanku mencari jawaban
Sejuta jawaban kan menanti
Dan hatiku kan tetap terisi oleh warna-warni keindahan

Central Java, April 2009

Tags: Puisi, Harapan, Puisi Jeo, Penyemangat
New Life - Poem
0

New Life - Poem

I've been sitting around this life for years,
Not enough laughs and too many tears.
Trying to figure out where it all went,
These wasted years that I have spent.

Searching for something to go beyond,
Life's a stone skipping across a pond.
At the last skip, it hits with a splash,
Down the stone sinks, gone in a flash.

Pushing and pulling, it's tearing apart,
Poking and prodding an underused heart.
This dark velvet curtain that hides my soul,
Living this life has taken it's toll.

In a flash of bright light, the curtain is torn,
Tumbling down all tattered and worn.
Revealing new life, a child within,
Born free of hate, of suffering and sin.

Now my eyes see what has never been told,
Striving forth happy, confident and bold.
Into a world that's unfamiliar but friendly,
Into this new life my spirit will send me.

Living and laughing, loving it all,
I stood myself up and answered the call.
The darkness has gone, replaced by the light,
I gave up the darkness with hardly a fight.

I've been sitting around this life for years,
With laughter aplenty and hardly a tear.
Now I can see just where it all went,
Cherish every moment of this new life I've spent.



8 Agu 2010

0

Entitas

Entitas / thejeo.blogspot.com
Sandarkan keteguhanmu pada dinding realiti sejenak…
Pandangi kesabaran di sekeliling katulistiwa bayangmu..
Tekstur pendewasaan akan semakin terlihat meruak…
Dan tangisan, akan terlihat berarti menjaring kiasan seiring waktu..


Amati lilin yang menyala dalam gelap kamarmu..
Apa kau melihat warna lain selain pancaran apinya?
Kau tahu ada berapa warna yang terselimut pada sinarnya?
Amati saja, menjadi empirismu saat nanti kau tahu..

Masih dalam gelap kamarmu..
Apa kau takut?
Padamkan mahkota api lilinmu itu..
Amati saja, kau bukan penakut..



Mungkin akan menjadi sebuah kuatrin nanti..
Saat jatidiri perlahan bersua..
Meskipun simpulan tak tentu mengerti..
Namun elegi tak kan ada saat kau menjamah..

Sekarang mendekatlah…
Lembah dilema akan mampu kau arungi..
Permainan akan segera kau sudahi..
Dan rianglah, kau akan menang nanti..



Sekarang mendekatlah..
Mendekat pada entitas kesadaranmu..
Rangkum apa yang harus menjadi obsesimu..
Yang Maha melihat akan selalu melihat..

Langitmu akan selalu di atas mahkotamu..
Miliki nyata yang mengalir merajaimu..
Selalu kini lapangkan segala keikhlasan batin..
Karena esok harapan mengajarimu tentang apa yang kau anggap tak mungkin..


../ Agustus 6th, 2010

1 Agu 2010

0

PUISI SAHABAT

friendship ( thejeo.blogspot.com )
PUISI SAHABAT by RYO JEO
Ketika sang hati bertanya tentang persahabatan kepada sang jiwa..
Sang jiwa pun menjawab..


Raga adalah sahabatmu..!!
Dalam relungmu jagalah ia selalu


Tanamkan ketulusan sedalam palungmu..
Tawarkan ia cahaya yang terpancar dari bias sinarmu…
Pastikan tak menjadi redup saat pekat hitam meletup
Sembunyikan air matanya, tawarkan lagi ia senyum syukurmu…

Sang jiwa penyampai pesan…
Sang hati penenang pilu..
Saat raga bertanya kepada sang Hati tentang Sahabat…
Sang hati pun mendefinisikannya seperti ini..

Sahabat…
Layaknya Fajar dan pagi…
Senja dan Malam….
Matahari dan Bintang…
Serta Lautan dan daratan


Fajar senantiasa menyapa pagi..
Mereka nampak selalu terlihat bersama..
Hias sang embun,selimut sang kabut..
Serta hembusan nafas semilir angin subuh..


Senja senantiasa menyapa malam..
Mereka nampak terkadang bersama..
Siluet menciptakan rangkaian indah lukisan…
Sang senja terlihat begitu riang ketika sang malam menyuguhkan kebersamaan…


Matahari senantiasa berjauhan dengan bintang..
Mereka tak pernah terlihat bersama…
Jauh di mata dekat di hati…
mungkin itu slogan untuk mereka…


Dan lautan senantiasa bergotong royong dengan daratan.
mereka nampak senantiasa bergandengan..
Meski terkadang sang lautan murka,,
Begitu pula sang daratan yang resah melihat tubuhnya penuh luka..


Sang jiwa penyampai pesan…
Sang hati penenang pilu..
Sang raga mengerti dengan tulus..
Mulutnya berteriak berkata lantang..

SAHABAT….!!!

Keluhmu adalah menjadi keluhku,,
Senyummu tak terpungkiri layaknya senyumku..
Detak jantung tak membedakan menyatu..
Mendekatlah karena aku disini..
Tetaplah tegar bila cuaca membuatmu menggigil..

SAHABAT….!!!

Keabadian memang musuh kita..
Pertikaian kerap muncul menyelam..
Namun kita tetap sahabat..
Kita setuju menjadikan musuh pula sahabat bukan?…
Kau akan baik-baik saja terjaga jiwa, hati, dan ragaku

SAHABAT….!!!

Semoga esok bukan saatnya terpisah..
Keinginan rakus memang menjadi pengeluh…
Yang Maha Pencipta akan mengutuk kita kelak..
Mendekaplah dalam doa dan harap..
Perbaiki langkah kita menuju SurgaNya…
Aku akan senantiasa menjadi Sahabat terbaik untukmu
Dan jiwa kita, akan senantiasa memberi cahaya menerangi rangkaian panorama kalbu

JEO/29/07/10

Visit to Jeo | Poem

Baja Ringan Semarang